Gifgofos Media adalah kumpulan 'pikiran liar' yang merupakan respon atas realita dan problem sosial-budaya yang sempat terinderai. Saya sangat menyadari bahwa blog ini tidak akan mampu menghapus dahaga pengembaraan pengunjung sekalian, namun paling tidak disini anda akan mendapatkan setetes embun sekadar untuk pembasah bibir.

Thursday, April 25, 2013

Beberapa Sumber IPA

PHON
https://www.phon.ca/phontrac

Speech analysis and transcription software
http://liceu.uab.es/~joaquim/phonetics/fon_anal_acus/herram_anal_acus.html

SEALang SALA: Southeast Asian Linguistics Archives
http://sealang.net/sala/

A Course in Phonetics, Peter Ladefoged
http://www.phonetics.ucla.edu/course/contents.html

IPA Chart with Sounds
http://www.yorku.ca/earmstro/ipa/index.html

A Complete IPA Chart with Sounds
http://web.uvic.ca/ling/resources/ipa/charts/IPAlab/IPAlab.htm

A Primer on IPA
http://fgasper.freeshell.org/latin/ipa.html

IPA Help
http://www-01.sil.org/computing/ipahelp/

International Phonetic Alphabet Audio Visuals
http://www.fileguru.com/apps/international_phonetic_alphabet_audio_visuals


Mohon berikan komentar atas tulisan ini! (Give your comment on this writing, please!)

Friday, May 04, 2012

2 MEI 2012 HARI DEKLARASI ACIM-SOKSI

KRONOLOGIS tulisan ini berawal ketika membuka akun facebook saya pada sabtu malam (28/4). Malam itu semua status teman-teman facebook yang muncul di beranda (home) saya amati satu demi satu, mulai dari sekedar status yang mencari perhatian hingga status yang menyoal perseteruan politik di Halmahera Tengah yang sudah semakin memanas. Dari sekian status dan komentar teman-teman yang saya baca tersebut, ada sebuah status yang “merampas” dan “menguras” seluruh perhatian dan energi saya malam itu. Status itu adalah: Rp 10.000.


Melihat status ini, saya teringat pada Charles Sanders Peirce (1839-1914) yang mengatakan bahwa manusia adalah makhluk pencipta makna (Homo significans) melalui kreasi dan interpretasi ‘tanda’. Adanya ‘tanda’ inilah yang memaksa manusia untuk terus berfikir. Dan terus terang status Rp. 10.000 ini menguras pikiran saya untuk menyimak ‘makna’ yang direpresentasikan. Bagi saya Rp. 10.000 adalah sebuah ‘rahasia’ yang harus dipecahkan.

***

Saya, yang saat ini tinggal di luar Ternate, sangat berterima kasih kepada management Malut Post yang membuat kita semua dapat membaca dan mengunduh Malut Post secara gratis di laman internet www.issue.com.

Alhamdulillah, menginterpretasi ‘Rp 10.000’ untuk menyelami makna atau obyek yang diwakilinya itu terpecahkan setelah saya membaca hasil unduhan Malut Post edisi Jumat, 27 April 2012. Pada halaman 2 saya temukan sebuah berita dari Halmahera Tengah “Ribuan Massa Bakal Padati Deklarasi Acim-Soksi” yang membahas ihwal persiapan deklarasi, mulai dari rencana menghadirkan 10.000 massa dari Pulau Gebe dan Patani ke Kota Weda, penanaman 10.000 pohon, hingga permintaan maaf karena artis Cici Paramida dan Ayu Ting-Ting tidak bisa dihadirkan.

***

Status facebook ‘Rp 10.000’ ini tidak mungkin ada begitu saja, tidak mungkin ditulis dan dikirim oleh pemilik akun tanpa ada maksud dan tujuan. Status facebook (text) ini pasti dilingkupi oleh suatu keadaan (context), baik sosial, budaya, dan bahkan mungkin ideologi yang memaksa kehadirannya.

Ada beberapa kunci (clues) yang memudahkan saya untuk memahami tanda diatas setelah membaca berita di Malut Post. Pertama, ada kesamaan tempat (locus) antara pemilik akun facebook dan latar berita, yakni Kota Weda; Kedua, ada penggunaan leksikon yang sama, yaitu ‘10.000’; dan Ketiga, secara politik mereka berdua bukan berasal dari ‘kepentingan’ yang sama, meskipun sama-sama mengabdi untuk Halmahera Tengah.

Tanda lain yang masih memungkinkan untuk diinterpretasi adalah adanya penggunaan ‘Rp’ yang mengikuti ‘10.000’. Kalau pada berita di Malut Post, ‘10.000’ diikuti dengan kata ‘orang’ dan ‘pohon’, mengapa pada stus akun facebook teman saya itu tidak menggunakan kata yang selaras, misalnya ‘buah’ atau ‘ekor’? Apa sebenarnya makna lain yang ingin disampaikan oleh pemilik akun facebook kepada publik Halmahera Tengah lewat jejaring sosial itu? Silakan diinterpretasi masing-masing oleh pembaca! Namun satu hal yang perlu diingat adalah ‘tanda’ yang dimainkan dalam akun facebook dan berita MalutPost mewakili ‘perang’ kepentingan di Halmahera Tengah saat ini.

***

‘Tanda’ lain yang penting untuk diinterpretasi dalam berita MalutPost yang saya singgung diatas adalah pada timing-nya. Mengapa harus tanggal 2 Mei 2012? Mengapa tidak setelah selesai MTQ? Atau mengapa tidak dilaksanakan pada tanggal 21 April 2012 kemarin yang bertepatan dengan peringatan Hari Kartini?

Saya yakin publik Halmahera Tengah –termasuk mereka yang tinggal di pulau terpencil seperti di Yoi Kec. Pulau Gebe sekalipun atau di kampung yang gelap seperti di Banemo ibukota Kec. Patani Barat– pasti telah mempunyai jawabannya sendiri-sendiri, sesuai dengan ‘kepentingan’ dan ‘ideologi’ yang hendak diperjuangkan.

***

Sebagai putra daerah dan akademisi, jujur ingin saya katakan bahwa saya khawatir. Jangan sampai adik-adik saya di Halmahera Tengah yang masih duduk di bangku SD saat ini, terutama mereka yang akan mengikuti UAN pada tanggal 7 Mei 2012 nanti terjebak dan salah dalam memberikan jawaban, andai ada soal atau pertanyaan yang berbunyi: “Sebutkan peristiwa yang diperingati pada tanggal 2 Mei?” Dan mereka semua menulis, “2 MEI 2012 HARI DEKLARASI ACIM-SOKSI”. Semoga nanti tidak ada redaksi soal atau pertanyaan seperti ini []


Mohon berikan komentar atas tulisan ini! (Give your comment on this writing, please!)